1
http://www.belitungku.com/

Manggar, Humas Belitung Timur – Banyaknya pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang kurang paham dan kurang cermat dalam memahami petunjuk teknis operasional, membuat banyaknya temuan atau kesalahan dokumen kegiatan pada hasil audit kegiatan di lapangan. Untuk mengurangi dan mengeliminir temuan dan kesalahan, Inspekorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengadakan kegiatan Ekspose dari laporan hasil audit dukungan terhadap program PNPM Mandiri Pedesaan tahun anggaran 2013, Senin (9/6). 

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor BPMPD ini dihadir oleh fasilitator 7 kecamatan, PJO (penanggungjawab) kabupaten, fasilator kecamatan, unit pelaksana kegiatan (UPK),  pelaku PNPM, serta perwakilan dari 39 desa di Kabupaten Beltim.  

“Kegiatan Ekspos adalah penjelasan dari hasil audit yang kita temukan, yang kita sampaikan secara lisan kepada pelaku. Jika dalam bentuk laporan cuman tertulis, terkadang pemahaman dan persepsi terhadap penulisan beda-beda. Karena ini penjelasan lisan, para pelaku PNPM bisa bertanya lewat forum tanya jawab. Hal-hal mana saja yang belum mereka pahami atau cermati akan dibantu dicarikan jalan penyelesaiannya,” terang anggota Tim Audit Dukungan PNPM Mandiri Pedesaan, Jan Untung Wijaya saat ditemui wartawan disela-sela kegiatan. 

Staf Inspektorat Kabupaten Beltim ini menjelaskan tugas Inspektorat bukan hanya sebagai auditor saja, namun juga sebagai konsultan untuk memberikan solusi bagi permasalahan. Melalui fungsi konsultasi dan penjaminan, jika di lapangan ditemukan adanya temuan, maka dengan penjaminan dapat sama-sama membuat kesepakatan penjaminan. Ia yakin kesalahan atau kekurangan tidak akan terjadi pada periode selanjutnya.

“Kita membeberkan dan menjelaskan apa yang ada dalam laporan hasil audit, tujuannya biar sama-sama disepakati hasilnya untuk perbaikan. Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan banyak temuan yang diakibatkan kekurang pahaman serta kurang cermatnya pelaku PNPM dalam memahami petunjuk teknis operasional,” kata Untung.

  Lebih lanjut, Untung menyebutkan jika di tahun 2014 ini  pemerintah pusat mengeluarkan petunjuk teknis terbaru mengenai operasional dengan perubahan mendasar seperti nilai pagu (batas tertinggi anggaran-red) untuk pelelangan.

“Tahun kemarin nilai barang/jasa minimal 15 juta rupiah harus lelang. Sekarang naik minimal 50 juta baru bisa lelang. Ada kekhususan untuk PNPM pengadaan barang/jasa, karena  regulasi mereka tersendiri. Tidak sama dengan lelang yang ada di instansi pemerintah,” ujarnya.

Untung berharap Program PNPM dapat memberikan dukungan terhadap daerah, karena jauh lebih bagus dan bisa jadi percontohan serta bisa dikolaborasikan dengan kegiatan yang ada di desa, sehingga tidak tumpang tindih baik dalam hal anggaran dan kegiatan.

Konsultan PNPM Mandiri Pedesaan, Mulyono mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan Ekspos. Ia melihat banyak manfaat yang dapat diperoleh khususnya untuk perbaikan di masa mendatang.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, baik sebagai feed back bagi kita yang sudah melaksanakan PNPM di lapangan serta pencerahan atau acuan ke depan ke depan hingga lebih baik. Karena ini audit Inspektorat, jadi kita tahu akan kelemahan dan kekurangan kita,” tukas Mulyono.

Credit : Belitung Timur Kab
Belitungku.com Portal Informasi Pulau Belitung Terkini

Post a Comment Blogger

 
Top