0
ilustrasi petir/ gambar dari google

Nahkoda KM Intan Permata,  Andi Alyas (40) warga RT. 04 RW. 02 Desa Pulau Gersik Selat Nasik Belitung, bersama dua ABK nya yaitu Ahmad (40) warga Tanjung Pandan dan M Lukas (28) warga Tanjung Binga, Selasa (30/4/2013) pagi, terkena sambaran petir. Kejadian tersebut terjadi saat sedang berlayar di depan kawasan pelabuhan Sadai.

Beruntung sambaran petir tidak sampai merenggut nyawa ketiga korban. Hanya saja, salah satu korban terpaksa harus dirawat intensif di RSUD Basel. Informasi yang berhasil dihimpun musibah yang menimpa kapal dengan Tonase 5 GT tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, KM Intan Permata dalam perjalanan dari pulau Belitung menuju Sadai.

Kebetulan pagi itu cuaca di sekitar pelabuhan Sadai sedang hujan disertai petir. Belum sempat merapat ke pelabuhan Sadai atau tepatnya di depan pelabuhan Sawit, KM Intan Permata tiba-tiba disambar petir. Akibat sambaran petir ini sang nahkoda yaitu Andi Alyas bersama dua ABKnya langsung terkapar pingsan di atas kapal.

Beberapa saat kemudian mereka tersadar dal langsung menyandarkan kapalnya ke pelabuhan Yungku dan melaporkan kejadian tersebut ke Sat Polair Sadai. Kabag Ops Polres Basel Kompol Didit Bambang Wibowo membenarkan adanya laporan sambaran petir yang menimpa nahkoda dan ABK KM Intan Permata. "Satu korban saat ini dirawat di RSUD Basel," ungkap Kompol Didit BW, saat dihubungi Selasa (30/4/2013) malam.

Source: tribunnews

Post a Comment Blogger

 
Top