0


Sebagai lembaga NGO, Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertekad mengangkat harkat dan martabat petani lada. Langkah yang dilakukan untuk mewujudkannya, dengan mengembangkan usaha agribisnis lada, pengembangan kemitraan, pemberdayaan petani melalui penumbuhan kebersamaan dan penguatan kelembagaan petani.

Demikian disampaikan Gunawan dari APLI Bangka Belitung dalam Rapat Interdep Persiapan Lapangan ST2013, di lantai 3 Ruang Pertemuan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (30/4/2013). Lebih jauh ia menjelaskan, Indonesia sudah sejak dulu dikenal sebagai Spices Island Country dengan brand spesifik seperti Banda Nutmeg, Lampung Black Pepper, Muntok White Pepper, Koerintji, Casiavera dan Bali Vanilla.

“Prospek lada Indonesia di pasar internasional masih tetap cerah, mengingat Lampung Black Pepper dan Muntok White Pepper mempunyai cita rasa serta aroma khas tak tergantikan. Penggunaannya juga semakin meningkat di dalam berbagai industri seperti makanan, minuman, farmasi dan kosmetik,” jelasnya.

Mengangkat mengenai persoalan lada, Gunawan mengatakan, masih rendahnya produktivitas lada di Bangka Belitung dalam hitungan per kilogram per hektare per tahunnya. Kendati demikian, APLI terus berupaya melakukan peningkatan jumlah produksi lada. Strategi yang dijalankan dengan memberikan pelatihan kepada petani, penumbuhan kebersamaan, penguatan dan pengembangan kelembagaan.

Ia menambahkan, dalam bidang produksi dan usaha tani lada, APLI melakukan pengembangan lada dengan verietas toleran pada setiap daerah, melakukan budidaya lada ramah lingkungan, membuat kebun APLI di setiap daerah atau yang memerlukan serta selalu melakukan budidaya inovatif sesuai teknologi yang berkembang. Sementara di bidang perdagangan dan perindustrian, dengan melakukan kegiatan yang berkaitan untuk meningkatkan akses informasi pasar.

Pihak APLI juga kerap mengadakan rapat koordinasi dengan pihak eksportir. Dikatakan Gunawan, upaya mencari formula tata niaga yang paling efesien serta mendapatkan teknologi pengolahan hasil lada juga menjadi agenda kerja APLI. Untuk persoalan pendanaan, selain menyusun anggaran pendapatan dan belanja organisasi, juga mencari dan menggali sumber dana lain yang tidak mengikat.

Tak kalah penting yaitu persoalan pengembangan SDM. Upaya yang dilakukan meliputi, menyusun rencana pengembangan kualitas SDM, membuat proposal bertemakan pengembangan SDM. Tentunya APLI juga menggandeng pemerintah guna melaksanakan kegiatan pengembangan SDM tersebut.

“Kita juga memberikan perlindungan hukum terhadap kepentingan petani, menjalin kerjasama dan kemitraan dengan lembaga hukum. Adapun salah satu program khusus yang dijalankan APLI, membuat taman lada dunia Muntok White Pepper di Bangka Belitung,” paparnya.(hzr/an)

Post a Comment Blogger

 
Top