0


BELITUNG - Pembangunan PLTU Suge di Pegantungan, Badau, Belitung masih terkendala pembebasan lahan untuk  dilalui jaringan 70.000 Volt. 

Jaringan ini melewati lahan perkebunan kelapa sawit milik PT PUS untuk mengevakuasi listrik yang dihasilkan PLTU ke PLTD Pilang.

Manager PT PLN (Persero) Cabang Tanjungpandan, Sutarno mengatakan pihaknya sedang melakukan langkah persuasif dengan PT PUS. Kesepakatan yang sudah terjadi antara kedua pihak dengan merelokasi jaringan sehingga pohon-pohon kelapa sawit yang rusak bisa diminimalkan.

"Perkembangan PLTU ini Insya Allah di bulan November bisa, kendalanya dalam pembebasan lahan belum bisa. Kemarin diambil kesepakatan untuk dilakukan relokasi, sehingga pohon-pohon sawit yang kena itu semakin sedikit. Mungkin lebih dari 60 persen akan terselamatkan," ungkap Sutarno kepada Bangkapos.com, Senin (22/4/2013).

Walaupun sudah terjadi kesepakatan relokasi jaringan, namun diantara kedua pihak belum terjadi kesepakatan untuk penggantian. Harga yang diminta PT PUS diatas perda yang ditentukan. Sehingga PT PLN belum menyepakati permintaan PT PUS.

PLN saat ini sedang mengajukan proposal kepada Bupati Belitung untuk memohon bantuan agar harga tersebut diteruskan dalam bentuk perda. Pasalnya perda yang lama menurut pihak PT PUS dianggap terlalu kecil. Sehingga PT PUS minta patokan harga itu dinaikkan.

"Tetapi PLTU tidak bisa distop, PLTU harus tetap jalan. Untuk mengevakuasi daya dari PLTU ke PLTD Pilang supaya masyarakat bisa menikmati PLTU maka Unit Layanan Tanjungpandan Wilayah Babel itu mengembangkan jaringan tersendiri untuk evakuasi daya dari PLTU ke PLTD Pilang," sebut Sutarno.

Bangkapos.com - Selasa, 23 April 2013 19:32 WIB

Post a Comment Blogger

 
Top