0
Gambar Ilustrasi dari Google


Pangkalpinang – Pengawasan terhadap praktek outsourching menjadi salah satu langkah yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan untuk memperhatikan tenaga kerja. Pasalnya sekarang ini semakin marak perusahaan yang menggunakan jasa outsourching.


Didik Suprapto Kepala Disnakertrans Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, sebagian perusahaan besar, sedang dan kecil yang ada di Babel telah menggunakan jasa outsourching. Terdata sebanyak 1352 perusahaan yang beroperasi di Babel, baik berskala besar, sedang maupun kecil.

Jika diklasifikasikan sesuai skala usaha, terdapat 125 perusahaan berskala besar dengan didominasi di bidang pertambangan dan perkebunan. Ia menambahkan, jumlah tenaga kerja di bidang pertambangan mencapai 1000 sampai 5000 orang. Tenaga kerja inilah yang menjadi fokus utama perlindungan dan pengawasan pemerintah.

“Kita secara bertahap melakukan pengawasan terhadap sistem outsourching. Sejak tahun 2011 telah dibentuk Tim Sosialisasi Outsourching yang turun ke lapangan guna memeriksa dan mengawasi outsourching di Bangka Belitung,” ujarnya di hadapan rombongan Komisi IX DPR RI, di ruang pertemuan Kantor Gubernur, Rabu (24/4/13).

Tim Sosialisasi Outsourching secara bertahap turun ke lapangan mengawasi perusahaan yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Dikatakan Didik, luas wilayah dan jarak tempuh antar daerah di Bangka Belitung yang cukup jauh membuat Disnakertrans membutuhkan waktu dan sumber daya manusia yang cukup untuk melaksanakan pengawasan.

Perusahaan yang masih menggunakan jasa outsourching, jelasnya, terutama untuk bidang pekerjaan di luar ketentuan akan diberikan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku. Jika perusahaan tidak mengikuti aturan akan berdampak terhadap kesejahteraan pekerja, karena hak-hak tenaga kerja bisa tidak terpenuhi.

Terkait persoalan ini, anggota Komisi IX DPR RI berharap Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Disnakertrans untuk terus mengawasi dan ketat sistem alih daya di perusahaan. Karena hanya beberapa bidang pekerjaan yang diperbolehkan menggunakan jasa outsourching.

Adapun beberapa jenis pekerjaan yang bisa menggunakan jasa outsourching di antaranya, tenaga cleaning service, catering, keamanan, transportasi dan jasa migas pertambangan. Langkah-langkah persiapan menuju Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) juga diharapkan dapat berpihak kepada masyarakat.

“Kita siap menuju BPJS, dan mulai efektif per 1 Januari 2014 nanti. Berbagai langkah telah kita siapkan. Hampir seluruhnya tenaga kerja di Bangka Belitung telah memiliki jaminan social. Dan sejak tahun 2012 lalu kita juga telah memberikan jaminan sosial bagi tenaga kerja di luar hubungan kerja,“ tambahnya.(mel)

Sumber: 
Diskominfo

Post a Comment Blogger

 
Top